TERIMA KASIH BUAT KAMU YANG MENDUKUNG BLOG INI..KOMENTAR ANDA PENENTU KEBERHASILAN BLOG INI

INDONESIA MANGKIN SEKSI SAJA !

JIKA INGIN MENGUASAI SPIRITUAL KUASAILAH BAHASA ARAB

JIKA INGIN MENGUASAI PERDAGANGAN KUASAILAH BAHASA CHINA

JIKA INGIN MENGUASAI TEKHNOLOGI KUASAILAH BAHASA INGGRIS

(EDITING BY: OPOSISI KEPRI/ BATAM SECRET)

" HARGAILAH HASIL KARYA ORANG LAIN "


oposisikepri@gmail.com

Selasa, 02 Oktober 2012

PT ASL TIMBUN LIMBAH B3 DI JURANG LAUT


Lokasi: JURANG LAUT TEMPAT PENIMBUNAN LIMBAH B3
KAWASAN LAUT TANJUNG UNCANG INI SANGAT BAHAYA UNTUK KEGIATAN AKTIVITAS DIVING KARENA TERDAPAT RATUSAN TON TUMPUKAN LIMBAH B3 DI DASAR LAUT


DIVING DI ATAS TUMPUKAN...
RATUSAN TON............................................................

LIMBAH B3 !
KARUNG COPER SLUDGE
Senin itu (1/10/2012) cuaca lumayan cerah. Kupacu kendaraan ke wilayah Tanjung Uncang. Di kawasan pesisir ini tumbuh subur perusahaan ekspansi yang bergerak di bidang perkapalan atau Shipyard maupun Offshore. Kuparkirkan kendaraan di salah satu pelabuhan rakyat yang kerap disebut masyarakat Batam dengan sebutan pelabuhan tikus.
  Akupun mulai mempersiapkan peralatan diving..tapi peralatan yang kupunya hanya tradisional…hehehehe..

Dipelabuhan itu akupun mencarter sebuah kapal pompong nelayan plus tekong (Orang yang mengetahui seluk beluk laut sekitar. Setelah mendapatkan titik kordinat laut yang bagus dengan air yang kebiruan, akupun menceburkan diri. Tempat ini tidak jauh dengan sebuah pulau kecil tidak berpenghuni dengan panorama pasir putih yang sangat indah. Pulau itu sangat perawan dan berhadapan dengan PT ASL SHIPYARD.
 
 Aku sangat terkejut ketika aku berada dikedalaman laut tempat ku melakukan aksi diving. Ribuan ton limbah B3 terbenam di jurang laut. Limbah B3 yang terindikasi lumpur Coper Sludge dan jenis logam berat itu terkemas rapi dalam karung. Lazimnya, limbah B3 itu dikarantina di KPLI Kabil dan selanjutnya dikirim ke Bogor untuk dimusnahkan, namun faktanya telah terbenam dibawah lumpur dikedalaman laut, sedang beberapa karung lainya terombang ambing terbawa arus deras bawah laut. Aktivas haram pembuangan limbah B3 ini dilakukan oleh PT ASL Shipyard..dugaku.

  Akupun lalu naik keatas pompong, kubuka laptop dan membuka situs satelit..yah..aku ingin melihat kawasan laut ini melalui foto satelit. WOWWWW… hasil pantauan foto satelit terlihat sangat jelas jika kawasan laut yang menjadi titik kordinat tempatku diving merupakan tempat penimbunan limbah B3 jenis Copeer Sludge, dalam foto laut ini terlihat hitam pekat dan pergerakanya semangkin melebar. Artinya, secara logika limbah B3 Coper Sludge bukan saja telah tertimbun di dalam lumpur laut, namun racun mematikan yang terdapat dalam limbah B3  itu telah menyebar diperairan Tanjung Uncang. Tanpa disadari, racun coper sludge yang cukup berbahaya ini telah mengancam kehidupan masyarakat nelayan pesisir dibeberapa pulau sekitar pastinya.      
 
 Akupun sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam…keceburrrr…mulai menyelam lagi. Untuk memastikan keberadaan limbah B3 tersebut, Penyelaman secara tradisional yang dibantu beberapa orang nelayan pesisir membuat aktivitas diving dikawasan yang dinilai angker ini tidak menuai kendala. Dan hasilnya, kumerasakan menemukan karungan limbah B3 berisi lumpur hitam berbau cukup tajam, dan reaksi racunya jika terkena kulit terlihat memerah dan terasa sangat gatal. Selain mengamankan beberapa karung lumpur hitam bercampur coper sludge juga menemukan serbuk atau karatan baja.
 
 Secara kimiawi, kawasan laut ini telah tercemar limbah beracun coper sludge, racun mercury dan kimia jenis logam berat yang kini menyerang perairan pesisir pulau sekitar. Akupun mengurungkan niat diving lebih lama.
   Menurut para nelayan mereka masyarakat nelayan pesisir pulau kawasan ini tidak mengetahui soal adanya pencemaran limbah B3 yang sangat beracun ini dan sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Ungkapnya, masyarakat sering menyaksikan pihak perusahaan shipyard tersebut menenggelamkan karung karung, namun masyarkat tidak mengetahui persis isi karung itu. Aktivitas penenggelaman karung yang di indikasikan berisi limbah B3 ini dilakukan pada malam hari.
  
 “ Masyarakat kalau pergi bernelayan pada malam hari, hasil yang di dapat tidak seperti dulu lagi, dalam satu malam hasil tangkapan seperti udang dan kepiting hanya cukup untuk makan sehari, kalau ikan yang didapat hanya berukuran kecil kecil saja,” terang nelayan. Diungkapkan, jika kail nelayan sering tersangkut karung limbah B3. Namun kejadian ini, oleh warga ditanggapi tutup mulut, dan hal ini ditenggarai oleh ketakutan warga terhadap ancaman perusahaan yang memiliki oknum oknum aparat pembeking yang siap mengarahkan moncong senjatanya kepada nelayan yang berani buka suara soal keberadaan dan pembuangan limbah B3 kejurang laut tersebut.

 Padahal, aksi kejahatan pembuangan limbah kelaut ini dinilai cukup biadap, yaitu, meracuni masyarakat pesisir dengan limbah B3 perusahaan PT ASL Shipyard. Selain mengancam nyawa nelayan, akibat limbah B3 tersebut masyarakat pesisir juga dibayang bayangi oleh cacat lahir pada 10 atau 15 tahun yang akan datang. Tragedi yang akan terjadi ini mengingatkan kita tentang pristiwa Minamata Jepang di tahun 80-an dimana akibat pencemaran laut oleh limbah B3 industri yang mengontaminasi habitat laut seperti ikan, udang, kepiting dan habitat laut talainya yang dikonsumsi warga jepang saat itu, pada wanita hamil dan terjadi kelahiran anak memiliki kecacatan anggota tubuh seperti tidak memiliki kaki, cacat tangan, telinga, hidung, bibir, mata, dan bagi orang dewasa kebanyakan terserang kangker dan tumor ganas yang berujung pada kematian…NGERiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!...(By: BATAM SECRET)

Tidak ada komentar: